EVALUASI BELAJAR CABE RAWIT dan PRA REMAJA.

by generusjaktim2

Dalam rangka mengupayakan terbentuknya manusia yang solih/at melalui pembinaan anak-anak sejak dini maka Kelompok 1 dan Kelompok 5, Desa Gandaria, Daerah Jakarta Timur 2 telah melakukan kegiatan EVALUASI BELAJAR CABE RAWIT  dan PRA REMAJA. Dalam acara tersebut  dihadiri para Kides, Kipok dan pengurus lainnya.

Kegiatan tersebut diadakan pada hari Minggu, 3 Aprl 2011 yang mengambil tempat di mesjid AL FATAH, desa Gandaria. Para peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 42 orang siswa yang terdiri dari Cabe Rawit (usia sampai 11 th, para siswa TK dan SD) dan Pra Remaja (usia diatas 11 th, siswa SMP dan SMA). Sedang para penguji berjumlah 8 orang yang terdiri dari mubalig, pakar pendidik/sarjana dan muda/i.  Materi yang diuji selain ilmu keagamaan juga pelajaran bhs Inggris. Kegiatan  tersebut berlangsung sejak jam 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB dan berjalan tertib dan cukup  meriah. Kemeriahan ini karena adanya acara perlombaan azan, pembagian hadiah pada siswa berprestasi, pembagian bingkisan sehingga semua peserta mendapatkan hadiah yang juga disaksikan oleh para orang tua. Acara ini ditutup dengan makan siang bersama.

Evaluasi belajar yang dilakukan adalah pada 6 kelompok umur,  jelas salah satu guru, bp. Arif, yaitu: dibawah 4,5 th; 4,6 – 5,5 th; 5,6 – 7,5 th; 7,6 – 9 th; 9,1 – 11 th dan 11 th keatas . Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui hasil belajar dalam kelompok umur tersebut setelah belajar selama 3 bulan.

Kendala yang dihadapi dalam proses belajar, seperti yang dikemukan salah satu pengurusnya, bp. Mujio SPd,  adalah:

Pembagian kelas yang berdasarkan kelompok umur membutuhkan waktu dan tenaga pengajar yang banyak, dari 6 kelompok umur tsb secara rutin hanya diajarkan oleh 4 orang tenaga pengajar sehingga masih kekurangan guru. Sedangkan untuk penambahan tenaga pengajar diperlukan dana yang belum dapat dipecahkan oleh kelompok, sehingga bantuan dana untuk kelancaran kegiatan tsb. perlu mendapat dukungan dari Desa dan Daerah.

Keterampilan guru dan mubalig/ot (yang dapat mengajar karena mereka ada waktunya) perlu mendapat pembekalan sosialisasi program dan tambahan metoda pengajaran dari PPG agar dapat menerapkan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa dan guru itu sendiri.

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: