Lebih banyak kepedihan yang kita rasakan di dunia ini daripada kebahagiaan

by generusjaktim2

Menjelang kematiannya, Nabi Muhammad SAW membisikkan sesuatu kepada fatimah, anak perempuannya. Fatimah menangis, kemudian ketika dibisiki oleh Nabi, Fatimah tertawa. Nabi mengatakan bahwa beliau akan wafat. Itu sebabnya Fatimah menangis. Kali kedua bisikan Nabi, Fatimah dikabari bahwa dia adalah ahlinya Nabi yang paling cepat menyusul pada kepergian ayahnya itu. Maka kemudian fatimah tertawa.

Berbicara mengenai kematian, seakan-akan kita merasa takut untuk memikirkannya, kita takut menghadapi ajal yang tiba-tiba datang menjemput untuk menghadap kepadaNya. Kita merasa belum siap menghadapi kematian.

Seorang bujangan merasa belum siap karena dia belum pernah merasakan surga dunia (pernikahan), Seorang yang sudah beristri dan mempunyai anak juga merasa belum siap sebelum rumah tangganya mapan dan anak-anaknya besar. Orang yang sudah lanjut usia pun masih ingin tetap hidup bersama anak dan cucunya. Bahkan orang yang sudah sakit parah dan tinggal menunggu waktu saja, tetap berusaha mencari pengobatan ke mana-mana. Lalu kapankah manusia siap menghadapi kematian?

Sekali waktu kita perlu mencerna lebih dalam arti kehidupan didunia ini. Sesungguhnya hidup ini adalah perjuangan, karena lebih banyak penderitaan yang kita rasakan daripada kebahagiaan.

Sebagai contoh, seroang anak SD harus berjuang minimal enam tahun untuk menyelesaikan sekolahnya. Setelah lulus, dia akan merasakan  kebahagiaan karena dapat menyelesaikan sekolah dasarnya. Tetap sesaat kemudian dia mulai kebingungan mencari SMP pun dia harus mulai berjuang lagi selama tiga tahun untuk menyelesaikan SMP-nya. Dia akan mulai menjumpai permasalahan lagi, sejak dari uang sekolah, buku-buku yang harus dibeli, dan sebagainya. Begitulah seterusnya sampai dia dapat menamatkan seluruh jenjang pendidikannya. Akan lebih banyak kepedihan kita rasakan di dunia ini daripada kebahagiaan.

Tetapi sesungguhnya ada kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Sesuatu kehidupan yang kekal dalam kebahagiaan ataupun dalam penderitaan. Artinya apabila kita memperoleh kebahagiaan, kita akan tetap bahagia terus tanpa menemui satu kepedihan pun. Begitu pula sebaliknya, apabila kita tertimpa kepedihan yang amat pedih dan menyakitkan, kita tidak akan pernah merasakan lagi yang namanya kebahagiaan. Dan kita akan kekal abadi disana. Tidak adalagi kematian yang menjemput kita, Dimanakah kita akan menemukan  kehidupan seperti ini? kita akan menjumpai setelah kita melepas kehidupan yang fana dan fatamorgana ini. Setalah Mati… !!!!
 :-) Ekspresi


2 Comments to “Lebih banyak kepedihan yang kita rasakan di dunia ini daripada kebahagiaan”

  1. Nice.. mengingatkan kita pada kematian.. dan harus memperbanyak ibadah lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: