Benarkah kita terlalu Sibuk…???

by generusjaktim2

Generus Jaktim 2: Professional & Religius
Repost dari sms yg isinya kurang lebih hampir sama, sebagai nasihat untuk saya pribadi dan insya Alloh juga bermanfaat untuk teman-teman sekalian. Hanya ingin sama-sama belajar, dan saling mengingatkan. Semoga Alloh paring aman, selamat, lancar, dan barokah untuk kita semua. Aamiin Seringkali kita merasa tak punya waktu Entah dengan alasan Sok Sibuk, atau Banyak Acara Sehingga…

Kita mengeluh tak punya waktu untuk membaca Al-Qur’an Padahal kita selalu punya waktu untuk membaca koran, majalah, komik, dan buku-buku tak bermutu.

Kita mengeluh tak punya waktu untuk membaca & menghafal Al-Qur’an Tapi kita selalu punya waktu untuk nonton TV, twitteran, dan facebook-an.

Kita mengeluh tak punya waktu untuk mendengar nasehat melalui acara pengajian Tapi kita punya waktu untuk mendengar musik2 yang diharamkan.

Kita mengeluh tak punya waktu menderas hadist-hadist yang sudah kita kaji Namun kita punya waktu untuk main game dengan alasan me’refresh’ pikiran.

Kita mengeluh tak punya waktu untuk belajar agama Tapi kita selalu punya waktu untuk tidur yang berlebihan.

Kita mengeluh tak punya waktu untuk beribadah Tapi kita selalu punya waktu untuk bersantai-santai, ngobrol ke sana kemari.

Kita mengeluh tak punya waktu untuk berbakti pada orangtua Tapi kita selalu punya waktu untuk ‘dolan’ ke rumah teman.

Kita mengeluh tak punya waktu untuk Sholat Malam Padahal kita selalu punya waktu untuk tidur dalam kelalaian.

Duhai…. Sebutan apalagi kiranya yang layak untuk diberikan? Karena ternyata, Kita tak lebih dari seonggok tubuh tanpa arti Yang menghabiskan hidup hanya untuk bermalas-malasan, makan, tidur, dan memuaskan nafsu yang selalu memburu….Bagaimana nanti sekiranya tiba waktunya kita dimintai pertangggungjawaban??? “Untuk apa umurmu engkau habiskan?” “Untuk apa masa mudamu kau gunakan?” Akankah engaku berani berkata “Ya Alloh, aku terlalu sibuk Kugunakan waktuku untuk mengurus berbagai urusanku… Tak ada sedikitpun amalan yang bisa kujadikan pembela pada hari ini…” Dan kita pun hanya bisa menangis Menyesal Mengeluh, mengapa dulu kita terlalu sibuk dengan dunia yang fana… Mengemis ampunan… Padahal dulu kita merasa ‘enjoy’ seakan hidup selamanya Bahagia selamanya Sahabat… Bukan maksudku mengajakmu untuk melupakan dunia Namun Belajarlah, agar engkau paham bagaimana seharusnya menjalani hidup di dunia Hargailah waktu, sedetik yang terlewat sangatlah berarti Jangan kau lupakan tempat tinggalmu yang sesungguhnya Di akhiratlah, Tempat kita berjumpa dan menemui hidup kekal yang sebenarnya…

Cukuplah ayat ini menjadi cambukan “Dan siapa yang disesatkan Alloh maka tidak ada baginya seorang pemimpinpun sesudah itu. Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata: ” Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” QS. Asy Syuura: 44.Photobucket


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: