Bab Tentang Air (Suci Dan Mensucikan)

Kitab Thahara ْﻦَﻋ ﻲِﺑَﺃ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﺮْﺤَﺒْﻟﺍ ﻲِﻓ َﻮُﻫ ُﺭﻮُﻬَّﻄﻟﺍ ُﻩُﺅﺎَﻣ ُّﻞِﺤْﻟﺍ ُﻪُﺘَﺘْﻴَﻣ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ُﺔَﻌَﺑْﺭَﺄْﻟﺍ ُﻦْﺑﺍَﻭ ﻲِﺑَﺃ َﺔَﺒْﻴَﺷ ُﻆْﻔَّﻠﻟﺍَﻭ ُﻪَﻟ ُﻪَﺤَّﺤَﺻَﻭ ُﻦْﺑﺍ َﺔَﻤْﻳَﺰُﺧ ُّﻱِﺬِﻣْﺮِّﺘﻟﺍَﻭ ُﻩﺍَﻭَﺭَﻭ ٌﻚِﻟﺎَﻣ ُﺪَﻤْﺣَﺃَﻭ ُّﻲِﻌِﻓﺎَّﺸﻟﺍَﻭ Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda tentang (air) laut. “Laut itu airnya suci dan mensucikan, bangkainya pun halal.” Dikeluarkan oleh Imam Empat dan Ibnu Syaibah. Lafadh hadits menurut riwayat Ibnu Syaibah dan dianggap shohih oleh oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi. Malik, Syafi’i dan Ahmad juga meriwayatkannya. ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ ٍﺪﻴِﻌَﺳ ِّﻱِﺭْﺪُﺨْﻟﺍ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ﺇ َّﻥ َﺀﺎَﻤْﻟﺍ ٌﺀْﻲَﺷ ُﻪُﺴِّﺠَﻨُﻳ ﺎَﻟ ٌﺭﻮُﻬَﻃ ُﺔَﺛﺎَﻠَّﺜﻟﺍ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ﺪَﻤْﺣَﺃ ُﻪَﺤَّﺤَﺻَﻭ Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya (hakekat) air adalah suci dan mensucikan, tak ada sesuatu pun yang menajiskannya.” Dikeluarkan oleh Imam Tiga dan dinilai shahih oleh Ahmad. ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ َﺔَﻣﺎَﻣُﺃ ِّﻲِﻠِﻫﺎَﺒْﻟﺍ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻝﻮُﺳَﺭ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َّﻥﺇ َﺀﺎَﻤْﻟﺍ ﺎَﻟ ُﻪُﺴِّﺠَﻨُﻳ ٌﺀْﻲَﺷ ﺎَّﻟﺇ ﺎَﻣ َﺐَﻠَﻏ ﻰَﻠَﻋ ِﻪِﺤﻳِﺭ ِﻪِﻤْﻌَﻃَﻭ ِﻪِﻧْﻮَﻟَﻭ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ُﻦْﺑﺍ ْﻪَﺟﺎَﻣ ٍﻢِﺗﺎَﺣ ﻮُﺑَﺃ ُﻪَﻔَّﻌَﺿَﻭ Dari Abu Umamah al-Bahily Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya air itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya kecuali oleh sesuatu yang dapat merubah bau, rasa atau warnanya.” Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan dianggap lemah oleh Ibnu Hatim. ِّﻲِﻘَﻬْﻴَﺒْﻠِﻟَﻭ ُﺀﺎَﻤْﻟﺍ ٌﺭﻮُﻬَﻃ ﺎَّﻟﺇ ْﻥﺇ َﺮَّﻴَﻐَﺗ ُﻪُﺤﻳِﺭ ﻪﻴِﻓ ُﺙُﺪْﺤَﺗ ٍﺔَﺳﺎَﺠَﻨِﺑ ُﻪُﻧْﻮَﻟ ْﻭَﺃ ُﻪُﻤْﻌَﻃ ْﻭَﺃ Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi: “Air itu suci dan mensucikan kecuali jika ia berubah
baunya, rasanya atau warnanya dengan suatu najis yang masuk di dalamnya.” ْﻦَﻋَﻭ ِﺪْﺒَﻋ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻦْﺑ َﺮَﻤُﻋ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻤُﻬْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ : ﺍَﺫﺇ َﻥﺎَﻛ ُﺀﺎَﻤْﻟﺍ ِﻦْﻴَﺘَّﻠُﻗ ْﻢَﻟ ْﻞِﻤْﺤَﻳ َﺚَﺒَﺨْﻟﺍ ﻲِﻓَﻭ ٍﻆْﻔَﻟ ْﻢَﻟ ْﺲُﺠْﻨَﻳ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ُﺔَﻌَﺑْﺭَﺄْﻟﺍ ﻥﺎَّﺒِﺣ ُﻦْﺑﺍَﻭ ُﻢِﻛﺎَﺤْﻟﺍَﻭ َﺔَﻤْﻳَﺰُﺧ ُﻦْﺑﺍ ُﻪَﺤَّﺤَﺻَﻭ Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika banyaknya air telah mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran.” Dalam suatu lafadz hadits: “Tidak najis”. Dikeluarkan oleh Imam Empat dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Hakim, dan Ibnu Hibban. ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻞِﺴَﺘْﻐَﻳ ﺎَﻟ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ ﻲِﻓ ِﺀﺎَﻤْﻟﺍ ِﻢِﺋﺍَّﺪﻟﺍ َﻮُﻫَﻭ ٌﺐُﻨُﺟ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ٌﻢِﻠْﺴُﻣ Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim. َ ِّﻱِﺭﺎَﺨُﺒْﻠِﻟ ﺎَﻟ َّﻦَﻟﻮُﺒَﻳ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ ﻲِﻓ ِﺀﺎَﻤْﻟﺍ ﻱِﺮْﺠَﻳ ﺎَﻟ ﻱِﺬَّﻟﺍ ِﻢِﺋﺍَّﺪﻟﺍ ﻪﻴِﻓ ُﻞِﺴَﺘْﻐَﻳ َّﻢُﺛ Menurut Riwayat Imam Bukhari: “Janganlah sekali- kali seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian dia mandi di dalamnya.” َ ٍﻢِﻠْﺴُﻤِﻟَﻭ ُﻪْﻨِﻣ ﻲِﺑَﺄِﻟَﻭ ﺩُﻭﺍَﺩ : ﺎَﻟَﻭ ِﻪﻴِﻓ ُﻞِﺴَﺘْﻐَﻳ ِﺔَﺑﺎَﻨَﺠْﻟﺍ ْﻦِﻣ Menurut riwayat Muslim dan Abu Dawud: “Dan janganlah seseorang mandi junub di dalamnya.” َ ْﻦَﻋَﻭ ٍﻞُﺟَﺭ َﺐِﺤَﺻ َّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﻝﺎَﻗ : ﻰَﻬَﻧ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻝﻮُﺳَﺭ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ْﻥَﺃ َﻞِﺴَﺘْﻐَﺗ ُﺓَﺃْﺮَﻤْﻟﺍ ِﻞْﻀَﻔِﺑ ِﻞُﺟَّﺮﻟﺍ ْﻭَﺃ ُﻞُﺟَّﺮﻟﺍ ِﻞْﻀَﻔِﺑ ِﺓَﺃْﺮَﻤْﻟﺍ ﺎَﻓِﺮَﺘْﻐَﻴْﻟَﻭ ﺎًﻌﻴِﻤَﺟ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ﻮُﺑَﺃ ٌﺢﻴِﺤَﺻ ُﻩُﺩﺎَﻨْﺳِﺇَﻭ ُّﻲِﺋﺎَﺴَّﻨﻟﺍَﻭ ﺩُﻭﺍَﺩ Seorang laki-laki yang bersahabat dengan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang perempuan mandi dari sisa air laki-laki atau laki-laki dari sisa air
perempuan, namun hendaklah keduanya menyiduk (mengambil) air bersama-sama. Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i, dan sanadnya benar. َ ْﻦَﻋَﻭ ِﻦْﺑﺍ ٍﺱﺎَّﺒَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻲِﺿَﺭ ﺎَﻤُﻬْﻨَﻋ : َّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ َّﻥَﺃ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﻥﺎَﻛ ُﻞِﺴَﺘْﻐَﻳ ِﻞْﻀَﻔِﺑ ﺎَﻬْﻨَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻲِﺿَﺭ َﺔَﻧﻮُﻤْﻴَﻣ ٌﻢِﻠْﺴُﻣ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ Dari Ibnu Abbas r.a: Bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mandi dari air sisa Maimunah r.a. Diriwayatkan oleh Imam Muslim. َ ِﺏﺎَﺤْﺻَﺄِﻟَﻭ ِﻦَﻨُّﺴﻟﺍ : َﻞَﺴَﺘْﻏﺍ ُﺾْﻌَﺑ ِّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ِﺝﺍَﻭْﺯَﺃ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ﻲِﻓ ٍﺔَﻨْﻔَﺟ ُﻞِﺴَﺘْﻐَﻳ َﺀﺎَﺠَﻓ ﺎَﻬْﻨِﻣ ْﺖَﻟﺎَﻘَﻓ : ﻲِّﻧﺇ ﺖْﻨُﻛ ﺎًﺒُﻨُﺟ َﻝﺎَﻘَﻓ : َّﻥﺇ َﺀﺎَﻤْﻟﺍ ﺎَﻟ ُﺐُﻨْﺠَﻳ ُﻪَﺤَّﺤَﺻَﻭ ُّﻱِﺬِﻣْﺮِّﺘﻟﺍ ُﻦْﺑﺍَﻭ َﺔَﻤْﻳَﺰُﺧ Menurut para pengarang kitab Sunan: Sebagian istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mandi dalam satu tempat air, lalu Nabi datang hendak mandi dengan air itu, maka berkatalah istrinya: Sesungguhnya aku sedang junub. Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya air itu tidak menjadi junub.” Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah. َ ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ُﺭﻮُﻬُﻃ ِﺀﺎَﻧﺇ ْﻢُﻛِﺪَﺣَﺃ ﺍَﺫﺇ َﻎَﻟَﻭ ِﻪﻴِﻓ ُﺐْﻠَﻜْﻟﺍ ُﻪَﻠِﺴْﻐَﻳ ْﻥَﺃ َﻊْﺒَﺳ ٍﺕﺍَّﺮَﻣ َّﻦُﻫﺎَﻟﻭُﺃ ِﺏﺍَﺮُّﺘﻟﺎِﺑ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ٌﻢِﻠْﺴُﻣ ﻲِﻓَﻭ ٍﻆْﻔَﻟ ُﻪَﻟ ُﻪْﻗِﺮُﻴْﻠَﻓ ِّﻱِﺬِﻣْﺮِّﺘﻠِﻟَﻭ َّﻦُﻫﺍَﺮْﺧُﺃ ْﻭَﺃ َّﻦُﻫﺎَﻟﻭُﺃ Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sucinya tempat air seseorang diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu tanah.” Dikeluarkan oleh Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan: “Hendaklah ia membuang air itu.” Menurut riwayat Tirmidzi: “Yang terakhir atau yang pertama (dicampur dengan debu tanah). َ ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ َﺓَﺩﺎَﺘَﻗ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َّﻥَﺃ َﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﻝﺎَﻗ – ﺓَّﺮِﻬْﻟﺍ ﻲِﻓ ِ – : ﺎَﻬَّﻧﺇ ْﺖَﺴْﻴَﻟ ٍﺲَﺠَﻨِﺑ ﺎَﻤَّﻧﺇ َﻲِﻫ ْﻦِﻣ َﻦﻴِﻓﺍَّﻮَّﻄﻟﺍ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ُﺔَﻌَﺑْﺭَﺄْﻟﺍ ُﻪَﺤَّﺤَﺻَﻭ ُّﻱِﺬِﻣْﺮِّﺘﻟﺍ ﺔَﻤْﻳَﺰُﺧ ُﻦْﺑﺍَﻭ Dari Abu Qotadah Radliyallaahu ‘anhu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda perihal kucing -bahwa kucing itu tidaklah najis, ia adalah termasuk hewan berkeliaran di sekitarmu. Diriwayatkan oleh Imam Empat dan dianggap shahih oleh Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah. َ ْﻦَﻋَﻭ ِﺲَﻧَﺃ ِﻦْﺑ ٍﻚِﻟﺎَﻣ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﺀﺎَﺟ ٌّﻲِﺑﺍَﺮْﻋَﺃ َﻝﺎَﺒَﻓ ﻲِﻓ ِﺔَﻔِﺋﺎَﻃ ِﺪِﺠْﺴَﻤْﻟﺍ ُﻩَﺮَﺟَﺰَﻓ ُﺱﺎَّﻨﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ْﻢُﻫﺎَﻬَﻨَﻓ ﺎَّﻤَﻠَﻓ ﻰَﻀَﻗ ُﻪَﻟْﻮَﺑ َﺮَﻣَﺃ ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ٍﺏﻮُﻧَﺬِﺑ ْﻦِﻣ ؛ٍﺀﺎَﻣ َﻖﻳِﺮْﻫُﺄَﻓ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ٌﻖَﻔَّﺘُﻣ ِﻪْﻴَﻠَﻋ Anas Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu berkata: “Seseorang Badui datang kemudian kencing di suatu sudut masjid, maka orang-orang menghardiknya, lalu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang mereka. Ketika ia telah selesai kencing, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menyuruh untuk diambilkan setimba air lalu disiramkan di atas bekas kencing itu.” Muttafaq Alaihi. َ ْﻦَﻋَﻭ ِﻦْﺑﺍ َﺮَﻤُﻋ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻤُﻬْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ﺎَﻨَﻟ ْﺖَّﻠِﺣُﺃ ِﻥﺎَﺘَﺘْﻴَﻣ ِﻥﺎَﻣَﺩَﻭ . ﺎَّﻣَﺄَﻓ ِﻥﺎَﺘَﺘْﻴَﻤْﻟﺍ : ُﺩﺍَﺮَﺠْﻟﺎَﻓ ُﺕﻮُﺤْﻟﺍَﻭ ﺎَّﻣَﺃَﻭ ِﻥﺎَﻣَّﺪﻟﺍ : ُﻝﺎَﺤِّﻄﻟﺎَﻓ ُﺪِﺒَﻜْﻟﺍَﻭ ٌﻒْﻌَﺿ ِﻪﻴِﻓَﻭ ْﻪَﺟﺎَﻣ ُﻦْﺑﺍَﻭ ُﺪَﻤْﺣَﺃ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah. Dua macam bangkai itu adalah belalang dan ikan, sedangkan dua macam darah adalah hati dan jantung.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, dan di dalam sanadnya ada kelemahan. َ ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ َﺓَﺮْﻳَﺮُﻫ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ﺍَﺫﺇ َﻊَﻗَﻭ ُﺏﺎَﺑُّﺬﻟﺍ ِﺏﺍَﺮَﺷ ﻲِﻓ ْﻢُﻛِﺪَﺣَﺃ ُﻪْﺴِﻤْﻐَﻴْﻠَﻓ َّﻢُﺛ ُﻪْﻋِﺰْﻨَﻴِﻟ َّﻥِﺈَﻓ ﻲِﻓ ِﺪَﺣَﺃ ِﻪْﻴَﺣﺎَﻨَﺟ ًﺀﺍَﺩ ﻲِﻓَﻭ ِﺮَﺧﺂْﻟﺍ ًﺀﺎَﻔِﺷ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ُّﻱِﺭﺎَﺨُﺒْﻟﺍ ﻮُﺑَﺃَﻭ ﺩُﻭﺍَﺩ . َﺩﺍَﺯَﻭ ُﻪَّﻧِﺇَﻭ ﻲِﻘَّﺘَﻳ ُﺀﺍَّﺪﻟﺍ ِﻪﻴِﻓ ﻱِﺬَّﻟﺍ ِﻪِﺣﺎَﻨَﺠِﺑ Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila ada lalat jatuh ke dalam minuman seseorang di antara kamu maka benamkanlah lalat itu kemudian keluarkanlah, sebab ada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya ada obat penawar.” Dikeluarkan oleh Bukhari dan Abu Dawud dengan tambahan: “Dan hendaknya ia waspada dengan sayap yang ada penyakitnya.” َ ْﻦَﻋَﻭ ﻲِﺑَﺃ ٍﺪِﻗﺍَﻭ َﻲِﺿَﺭ ِّﻲِﺜْﻴَّﻠﻟﺍ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ َﻝﺎَﻗ : َﻝﺎَﻗ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ْﻦِﻣ َﻊِﻄُﻗ ﺎَﻣ ِﺔَﻤﻴِﻬَﺒْﻟﺍ – َﻲِﻫَﻭ ٌﺔَّﻴَﺣ – َﻮُﻬَﻓ ٌﺖِّﻴَﻣ ُﻪَﺟَﺮْﺧَﺃ ﻮُﺑَﺃ ُﻪَﻟ ُﻆْﻔَّﻠﻟﺍَﻭ ُﻪَﻨَّﺴَﺣَﻭ ُّﻱِﺬِﻣْﺮِّﺘﻟﺍَﻭ ﺩُﻭﺍَﺩ Dari Abu Waqid Al-Laitsi Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Anggota yang terputus dari binatang yang masih hidup adalah termasuk bangkai.” Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan beliau menyatakannya shahih. Lafadz hadits ini menurut Tirmidzi.

One Comment to “Bab Tentang Air (Suci Dan Mensucikan)”

  1. ijin share di blog saya
    alhamdulillahi jazakumuallohu khoiroh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: