Canda Indah Rasulullah

Rasulullah Muhammad saw adalah suri tauladan umat manusia. Semua kata – kata, sikap dan perilakunya merupakan cermin bagi umat islam.
Dalam bergaul, Rasulullah tak pernah berkata dusta, tegur sapanya tak pernah menyakiti bahkan candanya pun tidak pernah berisi kebohongan.
Satu contoh, pada suatu hari seorang perempuan yang dulunya adalah pengasuh Rasulullah, Ummu Aiman meminta tolong kepada Nabi saw untuk membantunya menaiki seekor unta. Maka Rasulullah pun mendekatinya dan berkata, “Baiklah wahai Ummu Aiman, aku akan menaikkan dirimu ke atas seekor anak unta betina.”
Ummu Aiman terkejut dan sedikit bingung . Tetapi Rasulullah, apa yang bisa kuperbuat dengan seekor anak unta betina, hewan itu tentu tidak kuat ditunggangi,”jawabnya.
Tetapi Rasulullah dengan tersenyum tetap berkata akan menaikkan Ummu Aiman ke atas seekor anak unta betina.
Ummu Aiman pun masih dengan kebingungannya dan berkata, “Tapi..tapi..anak unta betina itu tentunya tidak kuat dijadikan tunggangan ya Rasul…”
Lalu Rasulullah pun membimbing Ummu Aiman mendekati unta jantan yang gagah dan membantunya naik.
“Bukankah setiap unta pastilah anak unta betina? Begitu juga dengan unta ini. Maka sekarang naiklah.”
Seketika tertawalah Ummu Aiman dan para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu.
Pada kisah yang lain, seorang perempuan mendatangi Rasulullah dan berkata, “ Ya Rasulullah , suamiku tengah sakit. Dia memerlukan dirimu. Bisakah engkau menjenguk dirinya?”
“Oh, suamimu sakit? Suamimu itu yang di dalam matanya ada putih – putihnya kan? Baiklah aku akan ke sana,” kata Rasulullah saw sambil tersenyum.
Perempuan itu agak keheranan, namun mengingat suaminya tengah sakit dia hanya bergegas kembali ke rumah dan membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, “ Ada apa ? Mengapa kamu meneliti mataku?”
“Rasulullah berkata, di dalam matamu ada putih – putihnya, aku mau memastikan, “ jelas istrinya.
Suaminya tersenyum lebar dan berkata pada istrinya, “ Istriku, bukankah semua mata manusia memang ada putih – putihnya?”
“Oh, ya ampun, bener juga ya..” kata sang istri sambil ikut tertawa bersama suaminya mengingat canda Rasulullah tadi.
Wahai saudaraku begitulah Rasulullah kerap bersenda gurau dengan para sahabat dan keluarganya, apa yang Rasulullah berikan dalam candaannya adalah sebuah kebenaran nan indah yang bisa membuat kita tersenyum dengan sebuah makna yang tersirat di dalamnya, patutlah kita contoh dan kita tiru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: